Membangun Karakter Melalui Ketoprak

Terbukti Bahwa Ketoprak Mampu Membangun Karakter Anak

Ketoprak adalah suatu bentuk seni pertunjukan tradisional Jawa yang mengangkat berbagai cerita atau lakon. Misal cerita tentang kejadian sehari-hari, cerita rakyat, dongeng, legenda, sejarah dan lain-lain. Ketoprak (tradisional) dipentaskan dalam bentuk sajian drama dengan dialog bahasa Jawa dan diiringi gamelan. Ketoprak merupakan seni pertunjukan rakyat yang lahir, tumbuh serta  berkembang di tengah masyarakat (rakyat), dan juga disajikan atau dipertontonkan untuk rakyat. Maka ketoprak dapat digolongkan ke dalam teater rakyat.

Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, adalah salah satu daerah yang pernah mempunyai grup ketoprak terkenal yaitu Siswo Budoyo. Grup ini didirikan oleh Siswondo HS, dibantu Rumani (istri Siswondo HS), Ruslan dan Mulyani. Siswo Budoyo memiliki banyak penggemar dan setiap pentas selalu banyak penonton. Tetapi ketika Siswondo HS meninggal (1997), Siswo Budoyo surut dan akhirnya dibubarkan pada tahun 2002.

Untuk ‘menghidupkan’ kembali ruh Siswo Budoyo, beberapa pihak berinisiatif mengadakan festival Nyiswo Budoyo dengan peserta siswa atau murid sekolah. Festival inilah yang kemudian menjadikan awal mula bangkitnya kesenian ketoprak di ranah pendidikan formal. Ketoprak menjadi salah satu kegiatan ekstra kurikuler.

Dengan mengikuti esktra kurikuler ketoprak, siswa dapat berlatih dan membentuk karakter yang positif. Dalam proses latihan dan pementasan agar dapat berjalan lancar diperlukan kedisiplinan. Agar mempunyai keberanian berbicara, berekspresi dan tampil di depan umum diperlukan rasa percaya diri. Kerja sama adalah hal yang penting baik antarsiswa/pemain dan siswa/pemain dengan guru (sekolah) dan pelatih.

Ketoprak mengajarkan sopan santun melalui penggunaan bahasa maupun gerak tubuh dan juga mengajarkan tentang toleransi. Agar semua dapat berjalan lancar sikap tanggung jawab sesuai porsinya adalah hal yang sangat penting. Entah disadari atau tidak, siswa/pemain juga berlatih tentang kepemimpinan, belajar menempatkan diri baik saat menjadi pemimpin maupun saaat dipimpin.

Dalam buku ini ada tiga sekolah yang dijadikan penelitian yaitu SMK Negeri1 Tulungagung, SMP Negeri 1 Kauman dan SMP Negeri 1 Kedungwaru. Ekstra kurikuler ketoprak ternyata mempunyai pengaruh dalam membentuk karakter siswa menjadi lebih baik.

Judul: Pembangunan Karakter Melalui Kesenian Ketoprak. Studi Kasus Tiga Sekolah di Kabupaten Tulungagung
Penulis: Ernawati Purwaningsih, Siti Munowaroh
Penerbit: BPNB, 2018, Yogyakarta
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: xii + 96

Koleksi Perpustakaan Tembi Rumah Budaya

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *