Serat Calon Arang

Men-Jawa-kan Kembali Kisah Calon Arang

Cerita Calon Arang berlatar belakang Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Raja Airlangga. Meskipun berasal dari Jawa, pada perkembangannya cerita Calon Arang lebih dikenal di Bali daripada Jawa. Ada 31 teks serat Calon Arang dalam tradisi Bali, berhuruf Bali tetapi  berbahasa Jawa kuno (6 teks) dan bahasa Jawa pertengahan (25 teks). Ini adalah bukti cerita Calon Arang berasal dari Jawa.

Cerita Calon Arang versi R Wiradat ini, dapat dikatakan merupakan upaya untuk men-Jawa-kan kembali. Hal ini dapat dilihat dari cara  Wiradat menulis kembali cerita Calon Arang. Aksara yang digunakan berupa aksara Jawa dengan  bahasa Jawa baru, karena orang Jawa sudah ‘tidak mengenal’ bahasa Jawa kuno maupun pertengahan. Bentuk sastranya diubah dari puisi/geguritan menjadi bentuk tembang macapat.

Agar wujud Jawanya semakin nampak, kuliner (makanan dan minuman) khas Bali diganti dengan kuliner khas Jawa yang berciri manis, gurih, sedap, lumer, pulen dan kemripik. Dari segi hiburan khas Jawa ada wayang topeng, srimpi, bondan, janggrung, reyog dan permainan anak-anak (jamuran, kubuk, obrok, janti, angkling). Hiburan ini diceritakan dilakukan kembali oleh rakyat Kediri, setelah Calong Arang meninggal.

Serat Calon Arang mengisahkan seorang janda sakti berilmu hitam dari Desa Girah bernama Calon Arang. Ia memiliki seorang putri yang cantik bernama Retna Manggali. Karena kelakuan ibunya, membuat Ratna Manggali tidak ada yang melamar. Hal ini membuat Calon Arang malu sekaligus marah.

Untuk menumpahkan kekesalan hatinya Calon Arang menebar teluh/tenung dengan bantuan Bathari Durga atau Bagawati. Raja Airlangga bertindak dengan mengirim prajurit untuk menangkap Calon Arang, tetapi gagal. Calon Arang bahkan makin menjadi-jadi dalam menyebar teluh/tenung.

Calon Arang akhirnya kalah oleh Empu Baradhah. Caranya, Empu Baradhah mengutus Empu Bahulu (salah satu muridnya) untuk melamar Ratna Manggali. Setelah menikah, Empu Bahula membujuk Ratna Manggali untuk mengambil kitab Calon Arang. Setelah kitab diterima, Empu Bahula segera menemui Empu Baradhah.

Dari kitab inilah diketahui rahasia kesaktian dan kekuatan Calon Arang. Dalam  kitab ini pulalah tertulis penawar/obat orang yang kena teluh, bahkan untuk menghidupkan yang telah mati. Sebelum meninggal Calon Arang diruwat terlebih dahulu oleh Empu Baradhah agar meninggal secara sempurna.

Cerita Calon Arang banyak mengandung nilai-nilai luhur seperti tanggung jawab (sebagai orang tua, pemimpin, anak, rakyat), gotong royong, penyelesaian masalah dengan tepat dan bijak, cara pengendalian diri dan lain-lain. Nilai-nilai yang tetap relevan sampai kapan pun.

Judul: Refleksi Nilai Budaya Jawa dalam Serat Calon Arang versi R. Wiradat
Penulis: Suyami, Sumarno
Penerbit: BPNB, 2019, Yogyakarta
Bahasa: Indonesia
Jumlah halaman: vi + 146

Koleksi Perpustakaan Tembi Rumah Budaya

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *